Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, selatan, Indonesia
Indo Berita Nusantara merupakan situs berita internet yang memberikan informasi berbentuk berita diseluruh nusantara Alamat Jl. Joe. Gg. Kelapa Hijau Telp.(021)98265014 Anda punya berita atau informasi silahkan kirim ke e-mal : ibernas.jakarta@yahoo.com

Rabu, 25 Agustus 2010

Diskusi mengenai pengelolaan tata ruang kawasan dan makro Infrastruktur di kawasan Proyek Lahan Gambut (PLG) Provinsi Kalimantan Tengah



Palangka Raya (24/8), di Kantor PWI cabang Kalteng, Jl.RTA. Milono, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalteng, berlangsung acara sosialisasi mengenai pengelolaan tata ruang kawasan dan makro Infrastruktur di kawasan Proyek Lahan Gambut (PLG) Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam acara pembukaan, Humala Pontas (Kabid Ekonomi Bappeda Kalteng) mengatakan bahwa pengelolaan tata ruang kawasan dan makro infrastruktur bertujuan untuk menyusun detail tata ruang dan membangun sistim tata ruang yang efektif untuk pengendalian, pemanfaatan ruang dan membangun infrastruktur. Perencanaan tata ruang adalah untuk menentukan pola pengembangan makro infrastruktur dalam mendukung pembangunan regional, semua tujuan tersebut dikombinasikan menjadi satu program yang berfokus pada pengelolaan dan pembangunan. Makro infrastruktur seperti Jalan, jembatan, transportasi sungai, air, dan penanggulangan banjir perlu dikembangakan secara selaras dengan rencana tata ruang kawasan yang direvisi untuk kawasan PLG. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur transportasi yang memadai.
Ferry Ibie (Kepala Laboratorium Digitasi dan Komputasi, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya) mengatakan bahwa “Batasan hidrologis alami yang memisahkan lahan gambut dan daerah yang banyak mengandung mineral dimulai dari muara Sungai Kahayan ke arah Anjir Kalampan menuju Sungai Kapuas dan melewati Blok A menuju Sungai Barito. Penataan zonasi merupakan aspek kunci dalam pengelolaan eks PLG, dalam hal ini areal eks PLG diarahkan kedalam zona Pengelolaan, dimana gambut dan dataran rendah harus dikelola dalam level bentang lahan yang didasarkan pada batas hidrologi/Kesatuan Hidrologi (Annex 19), Unit Manajemen ditentukan berdasarkan kesamaan biofisik dan kondisi sosial ekonomi yang membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi dalam mencapai tujuan yang diharapkan (Annex 20). 

  1. Kawasan zonasi di Kalimantan Tengah Terdiri dari beberapa Kawasan antara lain : Kawasan Lindung seluas 773.500 Ha, Ditentukan dengan mengkombinasikan lahan gambut yang kedalamannya mencapai 3 meter  dan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi. Prioritas utama kawasan ini adalah melestarikan hutan dan lahan gambut yang tersisa dengan tindakan tegas terhadap pembalakan liar dan kebakaran, dan jika sudah terjadi penggundulan hutan dilakukan rehabilitasi. Drainase harus diminimalisir dan segera dihentikan. Jika drainase masih terjadi, perlu dilakukan penambatan saluran. Diusulkan agar ketiga kesatuan kawasan lindung masing-masing menjadi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Sejumlah hutan tersisa dalam keadaan baik di kawasan ini memenuhi persyaratan sebagai kawasan konservasi.
  2. Kawasan Penyangga Budidaya Terbatas seluas 352.500 Ha, Kawasan ini secara efektif menjadi penyangga antara kawasan lindung dan kawasan budidaya yang ditentukan dengan pembatas hidrologis. Lahan yang mengelilingi kubah gambut dengan kedalaman gambut di bawah tiga meter ini periu dikelola dengan drainase terbatas. Kawasan ini juga mencakup sejumlah tanah mineral yang dekat dengan sungai dan ditinggali sebagian besar oleh masyarakat Dayak. Intervensi dalam Kawasan Penyangga Budidaya Terbatas hanya dapat dilakukan jika tidak bertentangan dengan fungsi kawasan lindung dan hidrologi regional. Untuk kawasan ini tidak direkomendasikan pengembangan budidaya berskala besar yang membutuhkan drainase seperti perkebunan kelapa sawit dan transmigrasi. 
  3. Kawasan Budidaya seluas 295.500 Ha, Kawasan ini merupakan wilayah yang terpisah secara hidrologis dari kubah-kubah gambut dan tidak memiliki nilai keanekaragaman hayati. Kawasan ini tidak memiliki kandungan gambut yang berarti dan didominasi oleh tanah mineral, dengan demikian budidaya pertanian dan perkebunan berskala besar dapat menjadi tujuan kebijakan prioritas.
  4. Kawasan Pesisir seluas 40.000 Ha, Kawasan ini terdiri dari hutan bakau dan tanaman pelindung pesisir lainnya di bagian selatan kawasan Eks-PLG. Hutan-hutan bakau berada dalam kondisi baik dan yang beregenerasi telah disarankan untuk dilestarikan. Wilayah yang rusak parah dapat dipertimbangkan sebagai tempat budidaya perairan (tambak) yang semi-intensif.

Pengelolaan tata ruang kawasan dan makro Infrastruktur ini memberikan arahan untuk pengembangan kawasan berdasarkan visi rehabilitasi dan revitalisasi kawasan PLG, yang harus dilakukan guna mencapai hasil yang baik dalam mengelola tata ruang dan makro infrastruktur ialah dengan melakukan beberapa upaya, antara lain upaya yang harus dilakukan :
  1. Merevisi arahan tata ruang didalam lampiran Inpres No. 2 Tahun 2007 dan Rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) untuk kawasan PLG dengan menggunakan informasi baru dari rencana induk.
  2. Menyusun rencana detail tata ruang dikawasan PLG berdasarkan rencana induk ini dengan memanfaatkan konsultan teknis yang berpengalaman dan paham tentang daerah gambut dan dataran rendah.
  3.  Merancang ulang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) 
  4. Memastikan keterpaduan antara perencanaan tata ruang dan perencanaan pembangunan.
  5. Menerapkan suatu mekanisme dari tingkat provinsi hingga kabupaten yang akan menjamin bahwa pemanfaatan ruang dikendalikan menurut rencana tata ruang berdasarkan Undang-Undang No. 26 Tahun 2007. 
  6. Menyusun program pembangunan makro infrastruktur jangka panjang dan multi tahun atas dasar strategi investasi makro infrastruktur. (APP.S/ACH)






Jumat, 20 Agustus 2010

Persiapan Dana Bank Indonesia Yogyakarta Menghadapi Idul Fitri

Yogyakarta (20/8) Menjelang perayaan Idul Fitri, Bank Indonesia Yogyakarta sudah mempersiapkan dana sebesar 1,5 Trilliun yang terdiri atas pecahan Rp20.000,- kebawah (Rp2000,-,Rp5000,-Rp10.000,- dan Rp20.000,-) sebanyak 400 M dan pecahan Rp 50.000,- dan Rp 100.000,-sebanyak 1,1 Trilliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 10% dari dana yang dipersiapkan menjelang Idul Fitri tahun lalu yang hanya 1,2 Trilliun. Lictor Tapiherru, Deputi Pemimpin BI Yogyakarta menyatakan jumlah total serapan uang sampai hari ini (18 Agustus 2010) sebesar 200 Miliyar atau 15% dari dana yang disediakan oleh BI Yogyakarta, lonjakan permintaan uang menjadi 2-3 kali lipat diperkirakan akan terjadi sekitar tanggal 25 Agustus 2010 ke atas ketika perusahan-perusahaan membayar THR karyawannya. BI Yogyakarta tidak akan membatasi penarikan dan penukaran uang baik itu dari bank-bank maupun orang-orang yang ingin melakukan penukaran uang baru di Bank Indonesia Yogyakarta. Untuk mengantisipasi naiknya permintaan uang, dana cadangan sudah dipersiapkan oleh Bank Indonesia Yogyakarta sebesar 1,2 Trilliun. Penukaran uang di Bank Indonesia Yogyakrta bisa dilakukan pada jam kerja Senin-Jumat pukul 08.00-14.00.Setiap hari Jumat Bank Indonesia Yogyakarta mengadakan kas keliling ke luar kota secara bergiliran di 5 kabupaten DIY. Bank Indonesia Yogyakarta berusaha meningkatkan pelayanan melalui kerjasama dengan 15 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang tersebar di seluruh provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk penukaran uang pecahan.

Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-65 di Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah


Palangkaraya.Selasa(17/08) Berlangsung acara kegiatan peringatan HUT kemerdekaan RI Ke-65 di Palngkaraya Provinsi Kalimantan Tengah, Pada pukul 00.00- 00.15 WIB di Taman Makam Pahlawan, Jl Tjilik Riwut Km. 2,0 Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berlangsung upacara Perenungan Malam dalam rangka mengenang jasa – jasa para Pahlawan, acara tersebut  dihadiri oleh Agustin Teras Narang (Gubernur Provinsi Kalteng), H. Ahmad Diran (Wakil Gubernur Kalteng), Brigjen.Pol.Damianus Jackie (Kapolda Provinsi Kalteng),  dan Kolonel.Arm.Budi Rachmat (Danrem 102/Panju Panjung) sebagai inspektur upacara, sedangkan pada pukul 07.00- 07.30 WIB di Kantor Walikota Palangka Raya, Jl Tjilik Riwut Km. 5,5 KotaPalangka Raya, Kalimantan Tengah, berlangsung upacara peringatan hari ulangtahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 65, yang dihadiri oleh Maryono (Wakil Walikota Palangka Raya), Sigit KYuniamto (Ketua Sementara DPRD Kota Palangka Raya), dan unsur Muspida Kota Palangka Raya. Setelah upacara berlangsung dilakukan upacara peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 Provinsi Kalimantan Tengah,di Lapangan Senaman Mantikei, Kota Palangka Raya, KalimantanTengah,  pukul 09.45– 10.45 WIB   yang dihadiri oleh Agustin Teras Narang (Gubernur Kalimantan Tengah), Achmad Diran (Wakil Gubernur Kalimantan Tengah), R Atu Narang (Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah), Kolonel.Arm.Budi Rachmat (Danrem 102/Panju Panjung), Brigjen.Pol.Damianus Jackie (Kapolda KalimantanTengah), dan unsur Muspida Provinsi Kalimantan Tengah. (Dana/APP.S)

KEGIATAN KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN KULON PROGO SELAMA BULAN RAMADHAN

Kulon Progo 18 agustus 2010- Drs.H.Noor Hamid M.pdi Kepala Kantor Kementrian Agama Kulon Progo Di sela-sela kerjanya memberikan penjelasan terkait Tugas pokok dan kegiatan Kementrian Agama Kulon Progo selama Bulan Ramadhan antara lain Peningkatan Kualitas Kehidupan beragama di kabupaten Kulon Progo, Kualitas Kerukunan Umat beragama,Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama dan Keagamaan , Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji Di Kulon Progo dan mewujudkan Tata kelola Pemerintahan Yang Bersih Kegiatan yang dilakukan Kementrian agama Kabupaten Kulon Progo Sebelum dan pada waktu bulan Ramadhan antara lain Ikut serta Membantu Pemerintah dalam penetapan awal Ramadhan dan awal Idul Fitri dengan metode qisab dan rukyat ,Untuk melihat Rukyat di Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan di Pantai Trisik Kulon Progo,kegiatan Pembinaan ,Peningkatan ,Pemahaman dan kehidupan beragama melalui Khutbah-khutbah dan Kultum-kultum menjelang Shallat Tarawih dan Shallat Shubuh juga Pembinaan dan pendalaman ilmu-ilmu agama bagi anak-anak yang dilaksanakan melalui program Taman Pendidikan Al-quran dan ditingkat sekolah maupun madrasah diselenggarakan Pesantren Kilat.Kementrian agama Kabupaten Kulon progo juga Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Untuk mengadakan safari tarawih di 12 Kecamatan di kulon progo yang dihadiri oleh Bupati Kulon Progo,Wakil Bupati Kulon Progo, Muspida, DPR,Kementrian Agama dan Instansi-instansi terkait, juga Menyelenggarakan peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2010.(can)

PERINGATAN DETIK-DETIK PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 2010 DI PROVINSI BANTEN


Serang Banten (19/8/2010) Upacara peringatan ke-65 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2010 diperingati di Provinsi Banten dengan inspektur upacara Hj. Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten yang dihadiri oleh para pejabat di Provinsi Banten diantaranya Ketua DPRD Prov. Banten, Kapolda Banten, Danrem Serang, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Kepala Pengadilan Tinggi Banten dan diikuti oleh sekitar 2000 orang peserta penuh khidmat dan tertib.
Upacara yang didominasi dengan peragaan pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Provinsi Banten yang terdiri dari putra putri pilihan terbaik dari seluruh pelosok Banten, berjalan dengan khidmat meskipun dilaksanakan bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan.

 Dalam amanatnya, Gubernur Banten selaku inspektur upacara mengatakan bahwa saat ini adalah momentum yang baik untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan. Perjuangan yang harus dilakukan untuk mengisi kemerdekaan adalah dalam bentuk karya nyata untuk menyelesaikan masalah untuk mencapai kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan. Mengajak untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.
 
 Tema peringatan hari kemerdekaan RI ke-65 tahun ini adalah “Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita sukseskan reformasi tahap II untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang makin sejahtera, demokratis dan berkeadilan”.
(Ibernas/AndRe/20121)

Senin, 16 Agustus 2010

Tanggapan Jamaah Anshorut Tauhid Banten Terkait Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Serang - Jamaah Anshorut Tauhid/JAT Banten tidak menerima tindakan penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir oleh Densus 88 terkait terorisme yang terkesan kurang sopan dan tidak menggunakan prosedur penangkapan yang semestinya. Sekretaris Jamaah Anshorut Tauhid/JAT Banten Rusdi mengatakan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ditangkap dijalan setelah melakukan ceramah di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat oleh Densus 88, yang seolah-olah sedang melakukan operasi pekat saja.
JAT Banten tidak setuju kalau Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dituduh terlibat dalam perencanaan, pelatihan dan tindakan aksi teror, karena dalam ceramah-ceramahnya beliau selalu mengatakan tidak setuju dengan tindakan bom di negara seperti Indonesia. Penangkapan ini tidak lepas dari upaya pengalihan berbagai isu terhadap kasus yang menimpa di Pemerintahan. Jadi tidak benar jika penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tidak ada urusan dengan politik dan agama.
Selama ini perjalanan dakwah Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ke Banten, dananya selalu dikeluarkan/ditanggung oleh JAT Banten; jadi tidak mungkin Ustadz Abu Bakar Ba’asyir mendanai/membiayai pelatihan kegiatan terorisme di Aceh.
JAT Banten juga telah melakukan koordinasi dengan ormas-ormas Islam dan pondok Pesantren di Banten untuk meyakinkan bahwa penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir hanya rekayasa dan merupakan bentuk kedzaliman yang dilakukan oleh Pemerintah. Selain itu, juga melakukan kegiatan meminta doa kepada para Kyai/Ulama untuk pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Kegiatan ini terus berjalan dan terus terkoordinasi sejak penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. (20109)