Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, selatan, Indonesia
Indo Berita Nusantara merupakan situs berita internet yang memberikan informasi berbentuk berita diseluruh nusantara Alamat Jl. Joe. Gg. Kelapa Hijau Telp.(021)98265014 Anda punya berita atau informasi silahkan kirim ke e-mal : ibernas.jakarta@yahoo.com

Jumat, 22 Mei 2009

Palembang-indoberitanusantara

Jam 11:00 wib s.d 12:15 wib di Kampus IAIN Raden Fatah, berlangsung aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh elemen mahasiswa tergabung dalam Gempar Indonesia (Gerakan Mahasiswa Peduli Republik Indonesia), dengan jumlah sekitar 50 orang, dipimpin oleh : Abu Bakar Sidik (Korak/Fak.Tarbiah jurusan hukum perdata IAIN RF Palembang), Ibrahim (Korlap/Fak. Tarbiah jurusan perbandingan mazhab dan hukum syariah IAIN RF Palembang.

masalah yang diangkat adalah mengenai kejelasan DPS dan mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih aktif dalam Pilpres 2009.

Aksi dimulai Pukul 10:00 wib, dengan pengunjuk rasa berkumpul dilapangan Kampus IAIN, dan langsung menggelar spanduk dan pamplet yang bertuliskan ”Selamatkan Pilpres kita semoga KPU lekas sembuh.”, ”Pastikan nama anda terdaftar di DPS 11-17 Mei 2009.”, ”Golput No Way.”, ”KPU gagal bubarkan KPU.”, ”Hari gini golput...apa kata dunia.”, ”Pilpres pesta kita semua.”, ”Mahasiswa juga punya hak pilih pada Pilpres 8 Juli 2009.”, ”Suara kita menentukan nasib bangsa kita kedepan.”. Serta melakukan orasi yang intinya : meminta pemuktahiran data dan kejelasan masalah DPS dari KPU, mahasiswa harus pro aktif dalam melihat DPS, karena mahasiswa juga punya hak pilih pada Pilpres 8 Juli 2009.

Selanjutnya pada pukul 10:30 wib, pengunjuk rasa bergerak menuju Bundaran Pasar Cinde dengan menggunakan transportasi bus kota. Setelah tiba, massa langsung menggelar spanduk dan pamplet yang isinya sama seperti aksi di Kampus IAIN.

Abu bakar Sidik (Korak) dalam orasinya mengatakan : ”Tujuan kami adalah meminta kejelasan tentang DPS 8 Juli 2009 dan pemuktahiran data dari KPU. Jika KPU tidak memperdulikan maka kami akan memboikot Pemilu 2009 dengan cara kami akan golput.”, ”Pemilu ini merupakan kepentingan kami, bukan hanya kepentingan segelintir elit politik, karena Pesta Pemilu 2009 ini adalah milik kita semua.”, ”KPU ternyata tidak bisa menjalankan tugasnya, lebih baik dibubarkan saja.”, ”Kami tidak akan pernah lelah dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, karena mereka harus sejahtera.

Ibrahim (Korlap) dalam orasinya mengatakan : ”Pemilu ini ternyata bukan dimenangkan oleh rakyat, tapi milik segelintir elit politik.”, ”Jangan hanya masyarakat yang pro aktif, namun Pemerintah dan KPU juga harus pro aktif mensosialisasikan DPS ini ke masyarakat.”, ”Sampai saat ini tidak ada anggota KPU yang kelapangan untuk mengecek DPS di masyarakat.”

Kemudian pada pukul 11:00 wib, pengunjuk rasa long march menuju Bundaran Air Mancur, sambil membagi-bagikan selebaran kepada para pengguna jalan di sepanjang jl. Jendral Sudirman yang berisi, Pemilu legislatif 9 April 2009 memang sudah lewat, tapi sayang pemenang sejatinya adalah golput, puluhan juta rakyat tidak bisa mendapatkan hak-haknya, hanya dikarenakan tidak profesionalnya KPU dalam menjalankan tugasnya. Untuk Pemilu 9 Juli 2009, belum ada kata terlambat, jika KPU dan Pemerintah memang mempunyai itikad baik untuk merubah nasib bangsa, maka KPU dan Pemerintah kami sarankan untuk lebih aktif lagi memberikan informasi tentang DPT ini. Karena suara rakyat adalah menentukan arah bangsa lima tahun kedepan.(08)

Bionic Commando Rearmed

by: Sandra Prior
Remember the 80s? Well, they're back and everyone should be wearing big stupid sunglasses, Back to the Future sneakers and listening to Duran Duran going on about how great they really were. And they also should be playing Bionic Commando Rearmed, a faithful remake of 1988 NES classic Bionic Commando.

The game sees you taking control of Nathan ‘Radd’ Spencer, who looks like a ginger-coiffured version of Michael Biehn. For some reason Spencer has a bionic grappling hook instead of a right arm, which has also rendered him incapable of jumping. So rather than leaping from platform to platform, you have to use the bionic arm to latch onto the landscape and then hurl yourself off. At first it feels clunky, but after a few levels you'll be flinging yourself around the platforms gracefully.

As with the original, the game isn't limited to side-scrolling platforming. You're transported from level to level by a helicopter pilot, but as you do so your path can be interrupted by enemy trucks. You're forced to land, and Spencer has to fight off enemies in a top-down landscape. Although all these levels follow roughly the same format, they're still great fun.

In terms of tone, the game is pitch perfect. It feels like the game the original devs had in mind when they were making it 20 years ago: airbrushed artwork, brightly colored, brash and cheesy as a cheddary hell. Like the motocross game, Trials 2, this is nostalgic gaming given a post-millennial makeover, with nicely rendered characters, decent lighting, 3D backdrops and ragdoll physics. And it's got an awesome 8-bit soundtrack, which faithfully updates the original score but also makes it sound like Daft Punk.

It's quite astonishing just how solid the game's central mechanic still is. It feels like the 80s equivalent of Portal, in that it took a genre and fundamentally changed a single element, which resulted in surprisingly varied gameplay. As with Valve's weird shooter, the key to Rearmed is timing. Portal's influence is also evident in the newly-added test chambers, completed using your grappling hand and sheer dexterity.

Old School Multiplay

In addition to the single player missions. Rearmed also includes a non-networked multiplayer mode. Pleasingly (to me, at least), this involves sharing a keyboard with your opponents, chucking up memories of jostling around a mate's monitor to play Bomberman. Of course, playing online would be preferable, but plugging in a few extra pads is an option.

Co-op has also been added to the game. It works best on a widescreen monitor, as if one player ventures too far off-screen, it's split vertically. It's a little disorientating at first, but the mode itself is good fun. Developers Grin have put a lot in to making the game appealing to social gamers, and I can imagine Rearmed becoming as essential as Steers after a night out. But it's not without a few setbacks. It's limited by its very nature, and in being a direct remake it reminds you just how bloody punishing and unforgiving gaming was in its early days: no save points, just three lives gone and it's all over. This is the first game I've played this millennium that includes extra lives; a concept so long lost in my memory that it filled me with fuzzy warmth.

It's not going to be to everyone's tastes, but it is a bit of throwaway rose-tinted fun, and probably the most perfectly-realized slice of retro indulgence since Defcon. That is, until someone remakes Flashback, when 90s nostalgia kicks in.

Jumat, 15 Mei 2009

PPP merapat ke Demokrat

Palembang, 14/5 tanda-tanda PPP kemana akan berkoalisi sudah mulai jelas terlihat akan merapat kepada partai Demokrat, hal ini dikatakan oleh Kepala Sekertariat DPW PPP Sumsel Kgs An Ganevo di Kantor DPW PPP Sumsel “Dalam rapat intern beberapa waktu lalu untuk koalisi sudah mengarah kepada partai yang mengusung SBY sebagai wapres yaitu Partai Demokrat walaupun keputusan final belum dideklarasikan secara resmi tapi dalam waktu dekat ini segera akan diumumkan”

Juga ditambahkan olehnya “Belum ditentukan siapa yang akan diusung PPP sebagai wapres. Tapi sampai saat ini PPP tidak pernah meminta jatah kursi baik yang duduk di Parlemen maupun Wapres karena itu semua adalah hak SBY untuk memilih”

Terkait dengan berita pencalonan Budiono sebagai cawapres oleh SBY juga tidak di permasalahkan PPP, walaupun ada baiknya untuk cawapres yang terpilih harus dari persetujuan partai yang ikut berkolisi tambahnya (nunu)

Kamis, 14 Mei 2009

PERKEMBANGAN DUGAAN FLU BABI TERHADAP WNA BELANDA DI BALI

Denpasar, Baru-baru ini dihebohkan dengan (13/5) tersiarnya kabar WNA Belanda yang diduga mengidap Influenza H1N1 ketika WNA tersebut mendarat diBandara Ngurahrai Bali. Demikian wawancara kami dengan salah satu tim dokter Rs. Sanglah yang menangani pasien tersebut.
dr. Ken Wirasandhi di ruangan Humas memberikan keterangan bahwa “Michelle Van Dorsen memang betul warga negara Belanda yang baru tiba di Bali pada 10 Mei 2009 dengan menggunakan nomor penerbangan pesawat MH 715 dan mendarat di Bandara Ngurah Rai, yang sebelumnya sempat transit di Kuala Lumpur, Malaysia, selama berada di Pesawat, yang bersangkutan mengalami demam dengan suhu badan mencapai 36,4 derajad celcius, serta sakit pada tenggorokan.” tambahnya, “Pasien tersebut selama ini dirawat diruang isolasi Nusa Indah dengan kecurigaan mengidap influensa H1N1, ternyata tidak terbukti secara klinis dinyatakan sehat dari tim medis dan berdasarkan diagnose dari hasil laboratorium dinyatakan negatif dari influensa H1N1, dan secara klinis pasien yang bersangkutan hanya mengidap radang tenggorokan oleh karenanya pasien tersebut sudah boleh dipulangkan.” (JL3o)

JELANG PEMBUKAAN PESTA KESENIAN BALI (PKB)

DENPASAR, Tak terasa Pesta Kesenian Bali (PKB) telah berlalu satu tahun yang lalu, kini tepatnya tanggal 15 Mei 2009 Kota Denpasar akan kembali menggelar pesta tahunan tersebut dalam rangka untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan Kesenian tradisional khususnya Bali.

Denpasar yang merupakan Ibu Kota Provinsi Bali, ternyata masih menyimpan kesenian langka antara lain: gambang, dan gambuh khas kesenian dari kota Denpasar. Kota Denpasar seperti tahun-tahun sebelumnya akan mengemas pagelaran PKB ke-31 ini sesuai tema yang diusung oleh panitia provinsi yaitu “Mulat Sarira”.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Drs. I Ketut Mardika MM, ketika di temui di ruang kerjanya Rabu (13/5) berpendapat bahwa PKB Kota Denpasar rencananya akan di buka Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra SE,Msi di Lapangan Puputan Badung pada Jumat sore tersebut ditandai dengan penancapan kayonan, untuk memeriahkan suasana akan ditampilakan berbagai apresiasi seni pada pembukaan PKB nanti, antara lain: Tabuh Lelambatan, tari Kidang Kencana, tari Banda Yuana, dan tabuh kreasi. Rencananya PKB berlangsung selama 3 hari itu akan melibatkan ratusan seniman. Namun khusus untuk pembukaan pawai pada 14 Juni mendatang akan dilibatkankan sekitar 1500 orang peserta. pagelaran seni PKB Kota Denpasar juga akan menyelenggarakan lomba merangkai bunga, janur, makanan tradisional, dan lomba busana yang pesertanya diikuti dari 4 kecamatan, anggota Dharma Wanita di lingkungan Instansi, Badan, dan Dinas Kota Denpasar. selain itu, Mardika juga mengatakan "PKB Kota Denpasar seperti tahun-tahun sebelumnya selalu di gelar di lapangan Puputan Badung untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat/Warga Kota untuk bisa menikmati hiburan rakyat ini dengan santai dan menjauhkan dari kesan formal." Seusai hajatan PKB Provinsi Bali selanjutnya akan diserahkan berupa 4 perangkat gambelan gambal yang telah ditampilkan di Taman Budaya Denpasar, ke tiap Kecamatan untuk tetap dilestarikan dan dikembangkan kesenian Gambang yang mulai langka. (JL30/ Dps)



Menanggapi diskusi 12 Mei lalu tentang Koalisi PDIP - PD : Orba Jilid II

Jakarta 14 Mei 2009, Diskusi yang dilakukan di Restorant Ayam Goreng Suharti, Jl. Kapten Tendean No. 13, Jakarta Selatan, menanggapi kedekatan antara PDIP dan Partai Demokrat (PD) yang diprediksi akan memunculkan kembali Orde Baru jilid II nampaknya tidak akan terjadi. Dalam acara tersebut hadir beberapa pengamat politik selaku panelis. Rocky Gerung (Pengajar Filsafat FIB UI/ Pndiri Stara Institute) mengatakan jika terjadi koalisi antara keduanya berarti PD telah melakukan kooptasi terhadap PDIP “kemungkinan ada kecemasan dalam PDIP sehingga mau di kooptasi oleh SBY”. faktanya sekarang belum ada komunikasi lanjutan mengenai koalisi besar PDIP-PD.

Dalam kesempatan yang sama M. Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer) membantah jika kedua partai ini bergabung dalam koalisi besar dapat memunculkan Orba II, pasalnya ada 5 hal yang sangat berbeda antara jaman Orba dengan jaman Reformasi sekarang ini “Partai sekarang tidak tunggal, militer tidak otomatis memegang jabatan kepemerintahan, organisasi sipil tidak lagi dibatasi, sudah ada otonomi yang membatasi interfensi pusat terhadap daerah, dan media tidak dikekang dalam bersuara. Artinya tidak saa dengan jaman Orde baru”.

Menurut Boni Hargens (Pengamat Politik UI) jika PDIP bergabung dengan PD artinya PDIP menggali ‘kubur sendiri’. “Suara PDIP tidak lagi bulat, pendukungnya akan kecewa karena partai yang nampak tidak konsisten. Ini ditandai dengan kedatangan Hatta Rajasa yang seperti melakukan perang persepsi, dan Hatta telah memenangkan persepsi publik bahpwa PDIP tidak lagi solid”. Katanya lagi efeknya adalah hancurnya koalisi Teuku Umar yang sudah dibangun bersama Golkar, Hanura dan Gerindra.

Prediksi DR. Yudi Latif (Direktus Eksekutif Reform Institute/ Pengamat Politik) jika PDIP bergabung ke PD maka 75 % partai bergabung dengan PD sehingga seperti kembali ke masa lalu oposisi dibuat tidak berdaya. “jika hal ini terjadi SBY membuat orang lain tidak bisa mencalonkan diri menjadi Capres”.

Politik mendekati Pilpres sangat dinamis, banyak yang bisa berspekulasi untuk hasil akhir Juli nanti. (Tia)