Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, selatan, Indonesia
Indo Berita Nusantara merupakan situs berita internet yang memberikan informasi berbentuk berita diseluruh nusantara Alamat Jl. Joe. Gg. Kelapa Hijau Telp.(021)98265014 Anda punya berita atau informasi silahkan kirim ke e-mal : ibernas.jakarta@yahoo.com

Kamis, 07 Januari 2010

Polda : Amankan Natal dan Tahun Baru, menjelang Akhir Tahun


Sekitar 1.000 personil dari berbagai kesatuan TNI dan Polri serta instansi lainnya saat mengikuti gelar pasukan Operasi Lilin Kapuas Sambut Natal dan Tahun Baru Dengan Damai. Pastor Keuskupan Agung Pontianak, William Chang menyerukan seluruh umat nasrani untuk menyambut natal dan tahun baru dengan damai. Seruan ini disampaikannya saat mengikuti gelar pasukan Operasi Lilin Kapuas 2009 di depan Makorem Pontianak, (23/12).

Ia menghimbau agar umat nasrani menghayati makna perayaan natal sebagai awal untuk hidup damai. “Marilah rayakan natal dan sambut tahun baru dengan hidup damai,” katanya.

Disampaikannya sebagai seorang nasrani haruslah dapat menghindari diri dari tindakan kejahatan. “Hidup damai itu indah, dengan damai kita dapat membangun, mari bersama saling menjaga kerukunan antar sesama,” ajaknya.

Ia menilai, di tahun 2009 ini, tindak kejahatan sangat meningkat sekali. Sekarang orang tidak segan-segan membunuh hanya karena untuk mengambil cincin korban. Orang juga tidak segan-segan membunuh hanya karena rasa cemburu. “Ketika logika dikuasai emosi maka damai tidak akan pernah ada,” tegasnya. Selama tahun 2009, lanjut William, tingkat kerukunan hidup antar sesama di masyarakat sangat menurut sekali. Kondisi ini harus menjadi refleksi bersama agar di tahun 2010, kerukunan hidup dapat lebih dieratkan.

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Erwin TPL Tobing usai mengatakan untuk mengamankan perayaan natal dan tahun baru, jajaran Polda Kalbar mengerahkan 7.000 personil atau 2/3 kekuatan Polda Kalbar. Di katakannya, untuk Kota Pontianak sendiri Polda Kalbar mendirikan 10 pos pengamanan dan pelayanan masyarakat selama perayaan natal dan tahun baru.

Selain menyiapkan pos-pos pengamanan, Polda Kalbar juga menyiapkan puluhan personil bersenjata laras panjang untuk menekan tindak kriminalitas jalanan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menghimbau masyarakat untuk tidak kebut-kebutan di jalan saat menyambut tahun baru. “Silahkan masyarakat mengadakan acara penyambutan tahun baru semeriah mungkin tapi jangan kebut-kebutan di jalan,” katanya. Dihimbaunya juga, bagi masyarakat yang ingin menggelar acara penyambutan tahun baru dapat melapor ke polisi agar mendapat pengamanan saat pelaksanaannya. (Ry)

Geger : Tak Terima Istri Selingkuh ‘’Suami Main Tikam’’

Tersangka Rsp saat menjalankan adegan rekontruksi pembunuhan terhadap Rekontruksi Pembunuhan Nahuri Tersangka Rsp Jalani 23 Adegan Pembunuhan Tersangka kasus pembunuhan terhadap Nahuri (37), warga Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Rsp, warga Jalan Danau Sentarum menjalankan rekontruksi pembunuhan, Rabu (23/12). Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Prof Dr. Hamka, Gang Nilam 1.
Rekontruksi yang dimulai pukul 14.30 itu menghadirkan tersangka dan tiga orang saksi, yaitu, Yatim, teman korban, Jumiati pemilik kamar kost, Hesti anak Jumiati. Polisi juga menghadirkan istri tersangka Ita. Namun saat Ita akan menjalani rekontruksi, ia tiba-tiba tidak sadarkan diri sehingga peran Ita digantikan.
Dalam rekontruksi tersebut, Nahuri (korban) bersama temannya Yatim datang ke kamar kost Jumiati sekitar pukul 18.00. Melihat Nahuri datang, Jumiati yang saat itu ditemani anaknya Hesti menyuruhnya masuk ke kamar kost.

Sementara sesampainya di kamar kost, karena merasa panas, Nahuri membuka baju. Beberapa saat kemudian, Ita datang ke kamar kost tersebut. Melihat Ita datang, Jumiati dan Hesti serta Yatim keluar kamar. Sebelum keluar kamar, Nahuri menyuruh Hesti membeli sebungkus rokok. Hestipun pergi membeli rokok. Selang beberapa menit, Hesti kembali dan menyerahkan rokok ke Nahuri di kamar. Setelah itu, Hesti bergabung dengan Jumiati dan Yatim yang duduk di teras rumah.

Tidak lama kemudian, karena merasa lapar, Yatim meminta uang kepada Nahuri untuk membeli nasi bungkus. Nahuri yang berada di kamar bersama Ita memberikan uang ke Yatim melalui ventilasi jendela. Kemudian Hesti, Yatim dan Jumiati membeli nasi goreng. Saat membeli nasi goreng inilah, datang tersangka Rsp ke kost tersebut. Setelah bertanya kepada seseorang yang juga penghuni kost di mana kamar Jumiati, Rsp langsung masuk ke kamar. Saat masuk ke kamar, ia melihat istrinya Ita sedang berpelukan dengan Nahuri. Melihat hal tersebut, ia naik pitam dan menghujamkan pisau yang dibawanya ke perut korban.

Sempat terjadi perkelahian sesaat dengan korban. Saat perkelahian terjadi, Ita pergi ke luar rumah. Tidak lama perkelahian terjadi, Nahuri tumbang bersimbah darah dan Rsp langsung pergi dari kamar kost. Setelah membeli nasi goreng Yatim menemukan Nahuri tewas di kamar kost. Sementara itu, Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Sunaryo mengatakan ada 23 adegan yang dilakukan oleh saksi dan tersangka dalam kasus pembunuhan ini. “Semua rekontruksi berjalan lancar, dan pelaku akan dijerat pasal 338,” Ujarnya. (Ry)

Polda : 5. 930 Butir Ekstasi di Jadikan Bubur



Kapolda Kalbar saat menyaksikan pemusnahan 5.930 butir ekstasi milik Sl (40)

Sebanyak 5.930 butir ekstasi milik Samlion alias Saliman (40) yang ditangkap Poltabes Pontianak pada Selasa (24/11) lalu dimusnahkan. Pemusnahan ribuan butir ekstasi ini dilakukan usai gelar pasukan Operasi Lilin Kapuas 2009 di depan Makorem Pontianak, Rabu (23/12) Pagi.

Pemusnahan yang dipimpin langsung Kapolda Kalbar, Erwin TPL Tobing ini disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kajari Pontianak, Ketua PN Pontianak, Walikota Pontianak dan beberapa pejabat lainnya. Dalam pemusnahan tersebut dihadirkan juga tersangka pengedar 5.930 butir ekstasi, Saliman.

Usai memusnahkan ekstasi, Kapolda Kalbar, Erwin TPL Tobing mengatakan pemberantasan narkoba akan terus digencarkan. Erwin menyakini, peredaran narkoba masih marak di Kalbar terutama Pontianak. Dikatakannya bahaya narkoba sangat besar sekali. Akibat mengkonsumsi narkoba seseorang akan dengan mudahnya melakukan tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan dan pembunuhan.


“Seperti pembunuhan yang terjadi di Beting, pelakunya juga positif mengkonsumsi narkoba. Karena kecanduan narkoba itulah, pelaku sering menodong atau mencuri dan berakhir membunuh,” katanya. Sementara itu, Kapoltabes Pontianak, M. Asep Syahruddin mengatakan penyidikan terhadap Sl masih terus dilakukan. “Tidak lama lagi kasus peredaran ekstasi dengan tersangka Sl ini akan dilimpahkan ke Kejaksaaan,” ujarnya. (Ry)

Poltabes Kantongi Sejumlah Nama Perampok Bank Kalbar



Poltabes Pontianak sudah mengantongi tiga nama pelaku perampokan Bank Kalbar Cabang Sungai Jawi Jalan H. Rais A. Rahman. Demikian disampaikan Kapoltabes Pontianak, M. Asep Syahruddin, Rabu (23/12).

Ia mengatakan tiga pelaku perampok Bank Kalbar tersebut orang yang berdomisili di Pontianak. “Sekarang kita sedang menunggu surat rekomendasi dari Bank Kalbar untuk memperkuat bukti agar bisa menangkap perampok tersebut,” katanya.

Dikatakannya ia telah melayangkan surat permohonan surat rekomendasi dari Bank Kalbar untuk memperkuat bukti perampokan tersebut kepada Bank Kalbar. Tapi sampai saat ini, Bank Kalbar belum memberikan respon balasan. Kalau nantinya, Bank Kalbar tidak memberikan surat rekomendasi tersebut, polisi akan mencari cara lain untuk memperkuat bukti agar bisa menangkap pelaku. Meski tidak bersedia menjelaskan secara rinci, Asep mengatakan dirinya melihat ada kejanggalan dalam aksi perampokan tersebut. Sampai saat ini belum ada sejarah di Pontianak sebuah bank dirampok apalagi perampok menggunakan senjata api. Pastinya, para perampok mengetahui seluk-beluk Bank Kalbar tersebut. “Perampokan tersebut benar terjadi, tapi benarnya itu masih dapat dipertanyakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Drs Erwin TPL Tobing mengatakan akan meningkatkan profesionalisme para sekurity atau satpam yang menjaga instansi pemerintah seperti Kantor Dinas, Bank, Kantor BUMN dan BUMD. “Polisi akan memberikan pelatihan kembali pada para sekurty tersebut,” katanya.

Kapolda menghimbau agar para instansi pemerintah seperti Bank, BUMN, BUMD dan kantor dinas untuk menggunakan sekurity yang memiliki surat tugas dan sudah mendapatkan pelatihan dari kepolisian. “Jangan sembarang menggunakan orang untuk menjadi sekurity, tapi carilah sekurity yang sudah memiliki surat tugas dan pernah mendapat pelatihan dari kepolisian. Kalau yang belum memiliki surat tugas dan belum mendapat pelatihan sebaiknya jangan berpakaian sekurity,” Tegasnya. (Ry)

Jumat, 04 Desember 2009

Kal-Bar : STOP Peningkatan HIV/AIDS Tinggi



(INDO BERITA NUSANTARA) Pontianak, Puluhan yang tergabung dalam aksi peduli memperingati Hari AIDS Sedunia kembali meramaikan jalan, di Kawasan Tugu Digulis Bundaran Universitas Tanjungpura di Jalan Ahmad Yani Pontianak, Selasa (1/12), Yulianingsih yang bertindak sebagai korlap aksi, menyatakan peningkatan HIV/AIDS di Kota Pontianak cukup tinggi. “Pada 2008 lalu kasus HIV mencapai 752 dan AIDS 445 kasus, sedangkan pada 2009 angka HIV di Kota Pontianak mencapai 842 kasus, sedangkan AIDS mencapai 583 kasus, artinya ada peningkatan 63 % untuk HIV dan 47 % untuk AIDS, dengan rata-rata pengidap adalah remaja usia 25-30 tahun, sedangkan untuk usia remaja ke bawah sekitar 20 %,” paparnya disela-sela aksi.

“Untuk Provinsi Kalbar HIV mencapai 2023 kasus dan AIDS 1018 kasus, dan yang terbanyak adalah Kota Singkawang. Kota Singkawang berada di urutan 5 untuk kota dengan kasus AIDS terbesar di Indonesia. Sedangkan Kalbar masuk urutan ke 7 jumlah kasus HIV/AIDS terbesar,” ungkap Yulianingsih. Menurutnya, Kota Singkawang dikatakan paling besar di Kalbar, dengan melihat perbandingan jumlah kasus dan jumlah polpulasi, juga dengan melihat jumlah visity KPA disana.

Dikatakannya, bahwa fenomena peningkatan kasus pada 2006-2007 lalu adalah melalui jarum suntik, sedangkan pada 2008-2009 ini lebih banyak kasusnya adalah perilaku seks bebas atau seksual aktif. “Sejauh ini kita mencoba sinyalirkan penggunaan kondom, namun itu hanya untuk program kesehatan saja,” ujarnya.

“Peningkatan kasus tiap tahun menandakan bahwa program visity kita berhasil. Sebab, masalah HIV/AIDS ini seperti gunung es, yang muncul ke permukaan hanya sedikit. Jika kasus makin meningkat berarti kita berhasil menggali apa yang sebelumnya tidak muncul. Kita mengharapkan semakin banyak kasus terkuak, sehingga kita bisa masuk ke tahap pengobatan,” urai Yulianingsih.

Aksi yang diikuti oleh puluhan orang aktivis peduli AIDS yang tergabung dari PKBI Kota Pontianak, KPA Kota Pontianak, Satgas Anti Narkoba-Kalbar ini dikoordinir oleh Bidang Pelaksana Harian Narkotika dan Penanggulangan HIV/AIDS Pemkot Pontianak, dan dimaksudkan agar AIDS ini bisa ditanggulangi, tidak hanya oleh satu instansi tetapi harus bersama-sama serta sebagai solidaritas untuk mereka yang sudah terjangkit HIV/AIDS agar tidak ada perbedaan dan diskriminasi.

Kabid Pelaksana Harian Narkotika dan Penanggulangan HIV/AIDS Kota Pontianak, Sri Murtini, yang ikut terjun langsung dalam aksi tersebut mengatakan bahwa anggaran penanggulangan AIDS untuk Kota Pontianak yang berkisar Rp 400 Juta, sudah disebarkan untuk berbagai program diantaranya sosialisasi dan pelatihan kader yang menjangkau langsung ke kelompok resiko tinggi agar mereka bisa merubah perilaku supaya tidak membahayakan dirinya dan orang lain.

Aksi juga diwarnai dengan pembagian selebaran, pita merah lambang peduli AIDS, serta membuat pohon harapan yang dihiasi oleh harapan-harapan tentang peduli AIDS yang ditulis oleh peserta aksi dan masyarakat yang melintas. (Ryan)

HTI (Muslimah) : Antisipasi Kondomisasi Cegah AIDS


(INDO BERITA NUSANTARA) Pontianak, Puluhan aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Pontianak dan muslimah dari beberapa elemen lainnya menolak upaya kondomisasi yang diserukan Pemerintah untuk mencegah HIV/AIDS. Dalam aksi di kawasan Tugu Digulis-Bundaran Untan Pontianak, Minggu (29/11) pagi, mereka menganggap bahwa upaya tersebut bertentangan dengan syariah Islam, karena nyata-nyata upaya tersebut lahir dari cara pandang sekuler-liberal yang hanya akan mengekalkan persoalan HIV/AIDS di Indonesia.

Aksi yang juga diramaikan oleh para siswi pelajar SMU dan Madrasah Aliyah Negeri ini menyatakan bahwa dengan menyerukan kondomisasi, berarti melegalkan terjadinya perzinahan melalui seks bebas asal menggunakan kondom. Mereka meminta ini harus dihentikan karena seks bebas merupakan pintu masuknya HIV/AIDS.

Dalam seruannya, mereka juga mengkritisi perlakuan ’istimewa’ terhadap ODHA (orang Hidup Dengan AIDS), karena dianggap dapat melanggar hak-hak orang sehat untuk terhindar dari penularan HIV, baik melalui transfusi darah, pisau cukur, alat bor dokter gigi, jarum suntik atau sarana lain yang memungkinkan tertularnya HIV melalui darah.

Orator Dr. Darmanelly M Kes, menyampaikan agar masyarakat terhindar dari HIV/AIDS, Pemerintah harus menutup semua indsutri narkoba, seks, pornografi dan pornoaksi. Menurutnya, yang terpenting adalah merubah sistem Pemerintahan menjadi sitem khilafah dengan menerapkan sistem perekonomian Islam agar Negara punya kas yang cukup untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang halal dan layak bagi setiap warga negara, bisa memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang gratis dan berkualitas kepada setiap warga negara, juga agar negara mempunyai sistem pertahanan yang kuat untuk menghadapi mafia narkoba dan mafia indsutri seks dalam dan luar negeri. Juga agar negara menerapkan sistem pendidikan Islam agar kokoh aqidah masyarakatnya, tunduk pada syariat, dan menguasai Iptek sehingga masa depan Indonesia bisa gemilang.

Sementara itu korlap aksi Musbihatul Ubaidah, dalam wawancaranya mengatakan bahwa aksi ini tidak serta merta mereka lakukan, namun termasuk dalam rangkaian program jangka panjang untuk selamatkan generasi. “Beberapa waktu sebelumnya kami sempat menggelar training di Masjid STAIN dengan peserta rata-rata siswa SMU/Madrasah Aliyah. Karena kami menganggap jika pelatihan informasi hanya terbatas kepada peserta diruangan, maka hari ini Muslimah HTI ingin membagikan pemikiran ini kepada masyarakat luas sekaligus sebagai rekomendasi bagi penguasa republik ini,” ujarnya. Ubai, sapaan aklrabnya, juga mengatakan bahwa aksi ini dilakukan secara serentak oleh Muslimah HTI di seluruh Indonesia.
Ketika dimnta pendapatnya tentang kepedulian Pemerintah terhadap masalah ini, Ubai mengatakan bahwa permasalahan bukan terletak pada siapa yang menjabat. ”Siapapun yang duduk sebagai Presiden/Wakil Presiden maupun duduk di kabinet tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada selama tidak menjalankan syariat Islam secara utuh dan kembali kepada sistem khilafah,” tegasnya. (Ryan)