Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, selatan, Indonesia
Indo Berita Nusantara merupakan situs berita internet yang memberikan informasi berbentuk berita diseluruh nusantara Alamat Jl. Joe. Gg. Kelapa Hijau Telp.(021)98265014 Anda punya berita atau informasi silahkan kirim ke e-mal : ibernas.jakarta@yahoo.com

Kamis, 14 Mei 2009

JELANG PEMBUKAAN PESTA KESENIAN BALI (PKB)

DENPASAR, Tak terasa Pesta Kesenian Bali (PKB) telah berlalu satu tahun yang lalu, kini tepatnya tanggal 15 Mei 2009 Kota Denpasar akan kembali menggelar pesta tahunan tersebut dalam rangka untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan Kesenian tradisional khususnya Bali.

Denpasar yang merupakan Ibu Kota Provinsi Bali, ternyata masih menyimpan kesenian langka antara lain: gambang, dan gambuh khas kesenian dari kota Denpasar. Kota Denpasar seperti tahun-tahun sebelumnya akan mengemas pagelaran PKB ke-31 ini sesuai tema yang diusung oleh panitia provinsi yaitu “Mulat Sarira”.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Drs. I Ketut Mardika MM, ketika di temui di ruang kerjanya Rabu (13/5) berpendapat bahwa PKB Kota Denpasar rencananya akan di buka Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra SE,Msi di Lapangan Puputan Badung pada Jumat sore tersebut ditandai dengan penancapan kayonan, untuk memeriahkan suasana akan ditampilakan berbagai apresiasi seni pada pembukaan PKB nanti, antara lain: Tabuh Lelambatan, tari Kidang Kencana, tari Banda Yuana, dan tabuh kreasi. Rencananya PKB berlangsung selama 3 hari itu akan melibatkan ratusan seniman. Namun khusus untuk pembukaan pawai pada 14 Juni mendatang akan dilibatkankan sekitar 1500 orang peserta. pagelaran seni PKB Kota Denpasar juga akan menyelenggarakan lomba merangkai bunga, janur, makanan tradisional, dan lomba busana yang pesertanya diikuti dari 4 kecamatan, anggota Dharma Wanita di lingkungan Instansi, Badan, dan Dinas Kota Denpasar. selain itu, Mardika juga mengatakan "PKB Kota Denpasar seperti tahun-tahun sebelumnya selalu di gelar di lapangan Puputan Badung untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat/Warga Kota untuk bisa menikmati hiburan rakyat ini dengan santai dan menjauhkan dari kesan formal." Seusai hajatan PKB Provinsi Bali selanjutnya akan diserahkan berupa 4 perangkat gambelan gambal yang telah ditampilkan di Taman Budaya Denpasar, ke tiap Kecamatan untuk tetap dilestarikan dan dikembangkan kesenian Gambang yang mulai langka. (JL30/ Dps)



Menanggapi diskusi 12 Mei lalu tentang Koalisi PDIP - PD : Orba Jilid II

Jakarta 14 Mei 2009, Diskusi yang dilakukan di Restorant Ayam Goreng Suharti, Jl. Kapten Tendean No. 13, Jakarta Selatan, menanggapi kedekatan antara PDIP dan Partai Demokrat (PD) yang diprediksi akan memunculkan kembali Orde Baru jilid II nampaknya tidak akan terjadi. Dalam acara tersebut hadir beberapa pengamat politik selaku panelis. Rocky Gerung (Pengajar Filsafat FIB UI/ Pndiri Stara Institute) mengatakan jika terjadi koalisi antara keduanya berarti PD telah melakukan kooptasi terhadap PDIP “kemungkinan ada kecemasan dalam PDIP sehingga mau di kooptasi oleh SBY”. faktanya sekarang belum ada komunikasi lanjutan mengenai koalisi besar PDIP-PD.

Dalam kesempatan yang sama M. Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer) membantah jika kedua partai ini bergabung dalam koalisi besar dapat memunculkan Orba II, pasalnya ada 5 hal yang sangat berbeda antara jaman Orba dengan jaman Reformasi sekarang ini “Partai sekarang tidak tunggal, militer tidak otomatis memegang jabatan kepemerintahan, organisasi sipil tidak lagi dibatasi, sudah ada otonomi yang membatasi interfensi pusat terhadap daerah, dan media tidak dikekang dalam bersuara. Artinya tidak saa dengan jaman Orde baru”.

Menurut Boni Hargens (Pengamat Politik UI) jika PDIP bergabung dengan PD artinya PDIP menggali ‘kubur sendiri’. “Suara PDIP tidak lagi bulat, pendukungnya akan kecewa karena partai yang nampak tidak konsisten. Ini ditandai dengan kedatangan Hatta Rajasa yang seperti melakukan perang persepsi, dan Hatta telah memenangkan persepsi publik bahpwa PDIP tidak lagi solid”. Katanya lagi efeknya adalah hancurnya koalisi Teuku Umar yang sudah dibangun bersama Golkar, Hanura dan Gerindra.

Prediksi DR. Yudi Latif (Direktus Eksekutif Reform Institute/ Pengamat Politik) jika PDIP bergabung ke PD maka 75 % partai bergabung dengan PD sehingga seperti kembali ke masa lalu oposisi dibuat tidak berdaya. “jika hal ini terjadi SBY membuat orang lain tidak bisa mencalonkan diri menjadi Capres”.

Politik mendekati Pilpres sangat dinamis, banyak yang bisa berspekulasi untuk hasil akhir Juli nanti. (Tia)

Pembongkaran Kios Buah 7 Ulu Berlangsung Aman

Selasa (13/14/2009), PALEMBANG - Setelah pertemuan antara pemilik bangunan kios buah di samping Jembatan Ampera dengan pihak Pemerintah Kota Palembang diakhiri tanpa kesepakatan, dengan berdasarkan kepada Surat Keputusan Walikota Palembang No. 699 tanggal 11 Mei 2009 tentang Pembentukan Tim Pembongkaran Bangunan, Penertiban dan Pemindahan Pedagang Buah di Bawah/Samping Jembatan Ampera, Pasar 7 Ulu, 8 Ulu, 9-10 Ulu dan Sekitarnya, akhirnya Pemerintah Kota Palembang melaksanakan pembongkaran dan penertiban bangunan kios pedagang buah di samping Jembatan Ampera dengan dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang, Herman HS.

Dengan menggunakan satu unit excavator milik Dinas PU Bina Marga dan empat unit truk pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan, proses pembongkaran dan penertiban berlangsung tanpa adanya perlawanan dari para pemilik bangunan kios. Beberapa pemilik bangunan kios ada yang secara sukarela membongkar sendiri bangunan kios miliknya.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, H. Marwan Hasmen mengatakan bahwa pembongkaran dan penertiban bangunan kios pedagang buah dilakukan untuk menjadikan kawasan di sekitar Jembatan Ampera sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pemerintah Kota Palembang juga telah memfasilitasi para pedagang buah di Pasar 7 Ulu dengan menyediakan 60 kios di Pasar Induk Jakabaring sebagai tempat relokasi Pasar Buah 7 Ulu.

Pelaksanaan pembongkaran dihentikan sekitar pukul 14:00 WIB. Pemerintah Kota Palembang memberikan batas waktu kepada para pemilik bangunan kios untuk melakukan pembongkaran secara mandiri paling lambat pada hari Minggu 17 Mei 2009. Apabila setelah batas waktu yang diberikan masih ada bangunan kios yang belum dibongkar, Pemerintah Kota Palembang akan melakukan pembongkaran secara paksa pada hari Senin 18 Mei 2009. (oetjok)

WARGA DAN PTPN VII SEPAKAT

Rabu (13/5/2009)OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN - Aksi ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang memblokir jalan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis dengan cara memasang tenda dan menutup jalan menggunakan kayu untuk memperjuangkan lahan seluas 3.400 hektare yang diklaim warga belum diganti rugi oleh pihak PTPN VII, akhirnya membuahkan hasil.

Difasilitasi oleh Muspida Kabupaten Ogan Ilir, perwakilan warga dari tiga desa tersebut bertemu dengan pihak PTPN VII untuk menyelesaikan sengketa antara kedua belah pihak secara musyawarah.

Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut menghasilkan kesepakatan untuk dilakukannya pendalaman dan penelitian lebih lanjut oleh BPN Ogan Ilir mengenai luas lahan yang disengketakan dalam waktu dua minggu kedepan. Atas kesepakatan dan himbauan dari Muspida Kabupaten Ogan Ilir, warga sepakat untuk segera membuka jalan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis yang telah diblokir sejak Senin 11/05. (oetjok)

Rabu, 13 Mei 2009

Upacara Peringatan Tragedi 12 Mei 1998

Jakarta, 13 Mei 2009. Memperingati Tragedi 12 Mei 1998, pada pukul 08.00 s/d 09.00 WIB di depan Gedung Sjarif Thajib Kampus A Universitas Trisakti dilakukan Upacara Peringatan Tragedi 12 Mei 1998.
Upacara Peringatan Tragedi 12 Mei 1998 ini dihadiri sekitar 300 orang antara lain Prof. Dr. Thoby Mutis (Rektor Universitas Trisakti), pimpinan universitas, pimpinan fakultas, perwakilan keluarga korban, dosen dan karyawan Universitas Trisakti, Atma Winata Nawawi (Presiden Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti), jajaran Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti serta perwakilan organisasi kemahasiswaan Universitas Trisakti.
Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Verus Ahmed Huath (Deputi Menteri Koordinator TPK 12 Mei). Sedangkan pembina upacara adalah Prof. Dr. Thoby Mutis (Rektor Universitas Trisakti).
Dalam amanatnya, Prof. Dr. Thoby Mutis mengatakan antara lain :
a. Perjuangan dari 4 mahasiswa Trisakti yang menjadi korban Tragedi 12 Mei 1998, tidak akan sia-sia. Mereka adalah para pahlawan reformasi yang mati syahid.
b. Sebagai penghargaan terhadap pahlawan reformasi tersebut, di Universitas Trisakti saat ini mengadakan mata kuliah Kebangsaan, Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (KDHAM) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Trisakti.
c. Kemanusiaan manusia adalah hal yang paling utama. Karena itu, dirinya berharap agar segera dibentuk peradilan HAM dimana akan menyelesaikan dan mengadili kasus-kasus HAM yang ada.
Upacara diakhiri dengan acara napak tilas dengan menebar bunga di lokasi tewasnya 4 Mahasiswa Universitas Trisakti. Dimulai dengan lokasi tewasnya Hafidhin Royan. Kemudian dilanjutkan berturut-turut ke lokasi tewasnya Hendriawan Sie, Elang Mulia Lesmana, dan Hery Hartanto.
Disela-sela acara napak tilas, Heratety Hidayat (Ibunda Alm.Elang) menyatakan “Saya masih belum puas dengan hasil penuntasan kasus 12 Mei 1998, karena belum diketahui siapa aktor intelektual dibalik kasus tersebut. Meskipun begitu, saya merasa senang karena dari presiden yang pernah memimpin Indonesia dari tahun 1998, baru SBY yang memberikan anugerah keempat korban 12 Mei 1998 sebagai pahlawan reformasi”. (alam).

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Universitas Trisakti di Istana Negara

Jakarta, 13 Mei 2009. Melanjutkan peringatan Tragedi 12 Mei 1998, pada pukul 12.20 WIB, sekitar 1500 mahasiswa Trisakti yang terdiri dari 2 elemen yaitu perwakilan 9 Fakultas Universitas Trisakti dan perwakilan Sekolah Tinggi Trisakti, melakukan aksi unjuk rasa ke Istana Negara RI, Jakarta Pusat.Keberangkatan mereka menggunakan 23 metromini, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat.

Di sela-sela persiapan keberangkatan, Denis (mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen angkatan 2006/Humas Media Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti) menyatakan “Sebagai Koordinator aksi ini adalah Atma Winata Nawawi (Presiden Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti)”.

Aksi tersebut diawali dengan longmarch dari depan patung kuda Menteng, Jakarta Pusat menuju Istana Negara RI. Aksi berlangsung selama kurang lebih 3 jam.

Dalam orasinya. Atma Winata Nawawi mengajak rekan-rekan Mahasiswa Universitas Trisakti untuk tidak putus asa menuntut penuntasan kasus 12 Mei 1998. Selain itu, dirinya meminta Presiden SBY untuk mengganti Jaksa Agung Hendarman Supanji karena dianggap tidak serius dalam melakukan penuntasan kasus 12 Mei 1998.

Aksi berakhir pada pukul 16.20 WIB, yang dilanjutkan dengan kepulangan menuju Kampus A Universitas Trisakti Jakarta Barat. Dalam kepulangan tersebut, di depan kampus Universitas Kristen Dwipayana (Ukrida), mahasiswa Universitas Trisakti melakukan longmarch menuju Kampus A Universitas Trisakti.

Tepat pukul 17.30 WIB, di depan Kampus A Universitas Trisakti dilakukan aksi petasan sebagai rekonstruksi peristiwa penembakan 12 Mei 1998. (alam).