Mengenai Saya
- Indo Berita nusantara
- jakarta, selatan, Indonesia
- Indo Berita Nusantara merupakan situs berita internet yang memberikan informasi berbentuk berita diseluruh nusantara Alamat Jl. Joe. Gg. Kelapa Hijau Telp.(021)98265014 Anda punya berita atau informasi silahkan kirim ke e-mal : ibernas.jakarta@yahoo.com
Kamis, 14 Mei 2009
WARGA DAN PTPN VII SEPAKAT
Difasilitasi oleh Muspida Kabupaten Ogan Ilir, perwakilan warga dari tiga desa tersebut bertemu dengan pihak PTPN VII untuk menyelesaikan sengketa antara kedua belah pihak secara musyawarah.
Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut menghasilkan kesepakatan untuk dilakukannya pendalaman dan penelitian lebih lanjut oleh BPN Ogan Ilir mengenai luas lahan yang disengketakan dalam waktu dua minggu kedepan. Atas kesepakatan dan himbauan dari Muspida Kabupaten Ogan Ilir, warga sepakat untuk segera membuka jalan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis yang telah diblokir sejak Senin 11/05. (oetjok)
Rabu, 13 Mei 2009
Upacara Peringatan Tragedi 12 Mei 1998
Upacara Peringatan Tragedi 12 Mei 1998 ini dihadiri sekitar 300 orang antara lain Prof. Dr. Thoby Mutis (Rektor Universitas Trisakti), pimpinan universitas, pimpinan fakultas, perwakilan keluarga korban, dosen dan karyawan Universitas Trisakti, Atma Winata Nawawi (Presiden Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti), jajaran Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti serta perwakilan organisasi kemahasiswaan Universitas Trisakti.
Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Verus Ahmed Huath (Deputi Menteri Koordinator TPK 12 Mei). Sedangkan pembina upacara adalah Prof. Dr. Thoby Mutis (Rektor Universitas Trisakti).
Dalam amanatnya, Prof. Dr. Thoby Mutis mengatakan antara lain :
a. Perjuangan dari 4 mahasiswa Trisakti yang menjadi korban Tragedi 12 Mei 1998, tidak akan sia-sia. Mereka adalah para pahlawan reformasi yang mati syahid.
b. Sebagai penghargaan terhadap pahlawan reformasi tersebut, di Universitas Trisakti saat ini mengadakan mata kuliah Kebangsaan, Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (KDHAM) yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Universitas Trisakti.
c. Kemanusiaan manusia adalah hal yang paling utama. Karena itu, dirinya berharap agar segera dibentuk peradilan HAM dimana akan menyelesaikan dan mengadili kasus-kasus HAM yang ada.
Upacara diakhiri dengan acara napak tilas dengan menebar bunga di lokasi tewasnya 4 Mahasiswa Universitas Trisakti. Dimulai dengan lokasi tewasnya Hafidhin Royan. Kemudian dilanjutkan berturut-turut ke lokasi tewasnya Hendriawan Sie, Elang Mulia Lesmana, dan Hery Hartanto.
Disela-sela acara napak tilas, Heratety Hidayat (Ibunda Alm.Elang) menyatakan “Saya masih belum puas dengan hasil penuntasan kasus 12 Mei 1998, karena belum diketahui siapa aktor intelektual dibalik kasus tersebut. Meskipun begitu, saya merasa senang karena dari presiden yang pernah memimpin Indonesia dari tahun 1998, baru SBY yang memberikan anugerah keempat korban 12 Mei 1998 sebagai pahlawan reformasi”. (alam).
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Universitas Trisakti di Istana Negara
Jakarta, 13 Mei 2009. Melanjutkan peringatan Tragedi 12 Mei 1998, pada pukul 12.20 WIB, sekitar 1500 mahasiswa Trisakti yang terdiri dari 2 elemen yaitu perwakilan 9 Fakultas Universitas Trisakti dan perwakilan Sekolah Tinggi Trisakti, melakukan aksi unjuk rasa ke Istana Negara RI, Jakarta Pusat.Keberangkatan mereka menggunakan 23 metromini, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat.
Di sela-sela persiapan keberangkatan, Denis (mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen angkatan 2006/Humas Media Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti) menyatakan “Sebagai Koordinator aksi ini adalah Atma Winata Nawawi (Presiden Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti)”.
Aksi tersebut diawali dengan longmarch dari depan patung kuda Menteng, Jakarta Pusat menuju Istana Negara RI. Aksi berlangsung selama kurang lebih 3 jam.
Dalam orasinya. Atma Winata Nawawi mengajak rekan-rekan Mahasiswa Universitas Trisakti untuk tidak putus asa menuntut penuntasan kasus 12 Mei 1998. Selain itu, dirinya meminta Presiden SBY untuk mengganti Jaksa Agung Hendarman Supanji karena dianggap tidak serius dalam melakukan penuntasan kasus 12 Mei 1998.
Aksi berakhir pada pukul 16.20 WIB, yang dilanjutkan dengan kepulangan menuju Kampus A Universitas Trisakti Jakarta Barat. Dalam kepulangan tersebut, di depan kampus Universitas Kristen Dwipayana (Ukrida), mahasiswa Universitas Trisakti melakukan longmarch menuju Kampus A Universitas Trisakti.
Tepat pukul 17.30 WIB, di depan Kampus A Universitas Trisakti dilakukan aksi petasan sebagai rekonstruksi peristiwa penembakan 12 Mei 1998. (alam).
Senin, 11 Mei 2009
PELATIHAN ADVOKASI BURUH OLEH FSBI SEMARANG
Pada 9 Mei 2009 berlangsung sekolah buruh angkatan VI di FSBI Semarang dengan tema “Diskusi Fenomena Gugatan Buruh Putusan Tidak Dapat diterima Oleh Hakim PHI pada Pengadilan Negeri Semarang” yang dihadiri sekitar 50 peserta dari serikat buruh yang berada dibawah naungan FSBI disekitar Semarang dan Yogjakarta. Endang Subekti Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Semarang dalam pernyataannya “Hakim sudah berusaha untuk profesional dalam menyelesaikan sengketa antara buruh dan pengusaha, namun banyak gugatan serikat pekerja yang bersifat prematur karena materinya tidak lengkap sehingga pengetahuan advokasi seperti ini mutlak diketahui oleh buruh”. Hal senada diungkapkan advokat publik dari H&P Semarang Hendro Agung Wibowo “Banyak gugatan dari buruh yang kabur atau prematur disebabkan oleh berbagai hal antara lain kurangnya pemahaman mekanisme gugatan”. (Jefri-Smg)
PENGETAHUAN RISET SEBAGAI PENINGKATAN KAPASITAS BURUH
“Buruh pun jika dilatih dia akan mempunyai kualitas pemikiran yang baik dan tidak kalah dengan akademisi, layaknya mutiara semakin diusap dia akan semakin mengkilat dan indah” kata Yovita Indrayati selaku fasilitator dalam Pelatihan Advokasi Buruh dengan tema Memanfaatkan Data sebagai Alat Advokasi Bagi Aktifis Buruh yang digelar dari 9-10 Mei 2009. Bertempat di kantor Lembaga Perlindungan Buruh, Tani dan Nelayan (LPUBTN) Jln. Taman Srigunting no.10 Semarang peserta yang berasal dari beberapa organisasi buruh di Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta nampak antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Antusiasme peserta terlihat pada saat peserta diminta oleh fasilitator untuk merencanakan suatu riset dan simulasi Focus Group Discussion (FGD). Ada yang jadi Fasilitator, perwakilan buruh, pengusaha, petugas Disnaker dan pakar hukum dari universitas. “Ternyata mereka bisa dan menunjukkan hasil yang membanggakan” tutur Yovianti yang juga dosen pada UNIKA Semarang seusai pelatihan. Saat ini terdapat 3 Undang-undang (UU) yang mengatur tentang ketenaga kerjaan di Indonesia yaitu UU No. 13 Tahun 2003, UU No. 21 Tahun 2000 dan UU No. 22 Tahun 2004 Tentang Pengadilan Hubungan Industrial. Buruh setidaknya harus mengerti tentang regulasi tersebut agar hak-haknya sebagai pekerja mendapat perlindungan hukum. Salah seorang peserta, Waluyo dari Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI) Semarang mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan tersebut. Sementara itu, Domin dari Forum Pendamping Buruh Indonesia (FPBN) Semarang selaku penyelenggara mengharapkan hasil dari pelatihan dapat diterapkan pada lingkungan organisasi masing-masing demi kemajuan dan kesejahteraan buruh.(EDS)Malam Gelora Semangat Mengenang 11 tahun Tragedi 12 Mei 1998
Acara yang dibawakan oleh Andhika dan Zizi, menghadirkan Jamaican Cafe dan beberapa band indie. Selain itu, acara ini diisi pula oleh penampilan teatrikal dari Komunitas Hitam Putih Fakultas Seni Rupa dan Design (FSRD) Universitas Trisakti yang menggambarkan Tragedi 12 Mei 1998.
Pihak rektorat yang diwakili oleh Affendi (Asisten 1 Wakil Rektor 3 Universitas Trisakti/Ketua Crisis Center Trisakti) dalam sambutannya menyatakan antara lain bahwa ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam mengenang 11 tahun Tragedi 12 Mei 1998 tanpa jawaban yaitu belum adanya kejelasan aktor intelektual dalam kasus tersebut dan perlunya pengawalan terhadap reformasi/perubahan yang terjadi setelah Tragedi 12 Mei 1998 agar reformasi itu berjalan pada jalurnya.
Sementara itu, Atma Winata Nawawi (Ketua Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti) di sela acara Malam Gelora Semangat menyatakan bahwa meskipun 11 tahun Tragedi 12 Mei 1998 telah berlalu, aktor intelektual dibalik kasus tersebut belum juga terungkap. Karena itu, dirinya dan segenap Mahasiswa Universitas Trisakti tidak akan menyerah untuk terus berusaha menuntut kejelasan dan mendapatkan jawaban atas Tragedi 12 Mei 1998.
Dalam acara ini, diberikan pula Trisakti Awards kepada 10 tokoh dan lembaga yang dipandang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir memperjuangkan HAM. Ke-10 tokoh dan lembaga tersebut yaitu Nur Kholis Madjid (tokoh pluralisme dan demokrasi di Indonesia), Yap Tiam Him (tokoh HAM), Munir Said Thalib (mantan koordinator Kontras), Karni Ilyas (jurnalis senior), Alex Noerdin (Gubernur Sumatera Selatan), Marti Arti Zaari, Green Peace Indonesia, Seto Mulyadi (tokoh perlindungan hak anak-anak), Mahmud (tokoh pendidikan), dan Usman Hamid (tokoh perlindungan HAM).
Pada acara ini, diumumkan hasil Debat Hukum Nasional yang telah diselenggarakan pada 7 Mei 2009. Juara 1, 2 dan 3 berturut-turut adalah tim Universitas Indonesia, tim Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Nasional.
Acara ditutup dengan pemutaran film dokumenter tentang Tragedi 12 Mei 1998 dan pembacaan doa. (alam).