Mengenai Saya

Foto saya
jakarta, selatan, Indonesia
Indo Berita Nusantara merupakan situs berita internet yang memberikan informasi berbentuk berita diseluruh nusantara Alamat Jl. Joe. Gg. Kelapa Hijau Telp.(021)98265014 Anda punya berita atau informasi silahkan kirim ke e-mal : ibernas.jakarta@yahoo.com

Kamis, 07 Mei 2009

PPP Sumsel mendukung sepenuhnya hasil keputusan DPP PPP

Palembang, DPW PPP Sumatra Selatan akan memberikan dukungan sepenuhnya hasil keputusan kemana arah koalisi yang akan dilakukan PPP hal ini dijelaskan oleh Kepala Sekertariat DPW PPP Sumsel Kgs An Ganevo di kantor DPW PPP Sumsel (05/05) kemarin, mengatakan: "DPW PPP Sumatra Selatan belum mengetahui pasti kemana PPP akan melakukan koalisi walaupun dari hasil Rakernas kemarin sudah ada gambaran ke mana arah koalisi tetapi sampai sekarang kepastian berkoalisi dengan partai mana belum diputuskan". Menurutnya keputusan berkoalisi dengan partai mana tidak menjadi masalah tapi harapannya membawa kebaqikan bagi bangsa negara, khususnya kesejahteraan rakyat Indonesia. Ditegaskan juga olehnya" DPW PPP Sumsel akan mendukung sepenuhnya hasil dari Keputusan DPP PPP". (Nunu)

Rabu, 06 Mei 2009

UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

PALEMBANG - Sejak tahun 2001-2002 yang awalnya bernama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) berubah menjadi Universitas PGRI yang memiliki 5 Fakultas, antara lain :

1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, memiliki 10 Program Studi, antara lain :
a. Program studi S1 Bahasa Inggris.
b. Program Studi S1 Bahasa Indonesia.
c. Program Studi S1 Matematika.
d. Program Studi S1 Fisika.
e. Program Studi S1 Olah Raga.
f. Program Studi S1 Bimbingan Konseling.
g. Program Studi S1 Geografi.
h. Program Studi S1 Sejarah.
i. Program Studi S1 Akuntansi.
j. Program Studi S1 Seni, drama, dan tari.

2. Fakultas Ekonomi, memiliki 2 Program Studi, antara lain :
a. Program Studi S1 Manajemen.
b. Program Studi S1 Akuntansi..

3. Fakultas Perikanan, memiliki 2 Program Studi, antara lain :
a. Program Studi S1 Perikanan.
b. Program Studi DIII Budidaya.

4. Fakultas Teknik, memiliki 3 Program Studi, antara lain :
a. Program Studi S1 Sipil.
b. Program Studi S1 Kimia.
. Program Studi S1 Elektro.

5. Fakultas MIPA, memiliki 2 Program Studi, antara lain :
a. Program Studi S1 Fisika.
b. Program Studi S1 Biologi.

Adapun pejabat tinggi dilingkungan Universitas PGRI Palembang antara lain :
Rektor terpilih hingga sekarang adalah Drs. H. USMAN MADJID. M.M.
Pembantu Rektor : I H. Eddy Salam, SH, M.M.
Pembantu Rektor : II Drs. H. Dwi Priyono, M.Ed. M.M.
Pembantu Rektor : III Drs. H. Nawawi Dahlan. MM.

Presiden Mahasiswa terpilih untuk tahun 2009 :
Nama : SYAHRIL RHOMADON ALAMSYAH
Tempat tanggal lahir : Pagar Alam 30 April 1987
Fakultas FKIP : Program Studi Bahasa Inggris angkatan 2005
Agama : Islam
Hobi : Membaca dan berorganisasi.
Status keluarga : Anak ke 2 dari 4 saudara.
Nama Bapak : Ahmad Rifa’I Lani.
Nama Ibu : Rusda.

Organisasi mahasiswa yang ada antara lain :
1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
2. Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
3. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)
4. Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
5. Pramuka
6. Unit Bela Negara (UBN)

Kegiatan yang sedang direncanakan saat ini adalah :
Pada 30 April 2009 rencananya akan diadakan PALEMBANG EDUCATION EXPO 2009 di Gedung Graha Serbaguna Jakabaring Palembang yang telah direncanakan sejak bulan Januari 2009. Dengan Rincian acaranya sebagai berikut :

1) 30 April 2009 seminar pendidikan nasional.
2) 1 Mei 2009 lomba cerdas cermat tingkat SMA dan MA se Kota Palembang. Bazar book Fair.
3) 2 Mei 2009 final lomba cerdas cermat tingkat SMA dan MA se kota Palembang, pembagian hadiah lomba cerdas cermat, bazar book fair.
4) 3 Mei 2009 panggung keakraban intern Universitas PGRI, bazar book fair. (Ir n)

Seminar Nasional mengenai Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.18/PUU-V/2007

Jakarta, 6 Mei 2009. Memperingati Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Kepresidenan Masyarakat Mahasiswa Universtias Trisakti (MM Usakti) mengadakan kegiatan Seminar Nasioanal bertajuk “Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.18/PUU-V/2007” di lt.8 Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FKTE) Universitas Trisakti Jakarta Barat.

Koordinator pelaksana kegiatan ini adalah Ahmed Febriana (mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti angkatan 2007). Sedangkan untuk Ketua Panita Studi HAM dan Advokasi Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti adalah Alse Hawana (mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti angkatan 2007).
Acara ini menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Nurcholis (perwakilan dari Komnas HAM) dan Krisbiantoro (Divisi Impunity Watch dan Pemenuhan Hak Korban, perwakilan dari Kontras). Acara ini juga dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa Trisakti, Kepresidenan Mahasiswa Trisakti, perwakilan dari Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara, Universitas Al-Azhar, Universitas Nasional dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Nurcholis menyatakan bahwa untuk masalah Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, menurutnya pihak Komnas HAM telah menyelesaikan penyelidikan dan penyidikannya, dan berkasnyapun telah diserahkan ke Kejaksaan Agung. Namun, hingga saat ini Kejaksaan Agung belum juga memproses kasus Tragedi Trisakti 12 Mei 1998. Alasan yang diberikan oleh Kejaksaan Agung adalah belum dibentuknya Panitia Ad Hoc dan materi penyelidikan kasus Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 yang diberikan dari Komnas HAM belumlah lengkap. Untuk alasan yang kedua tersebut, pihak Komnas HAM selalu melakukan revisi dan mengikuti apa yang diminta Kejaksaan Agung.
Sedangkan Krisbiantoro berpendapat bahwa kebuntuan yang terjadi dalam kasus Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 terjadi bukan karena masih ada masalah baik dalam hukum materiilnya maupun formalnya, tetapi karena tidak adanya political will dari penyelenggara negara, dalam hal ini Presiden, untuk melakukan tekanan kepada Kejaksaan Agung terhadap penyelesaian kasus tersebut.
Acara ditutup pada dengan pemutaran film dokumenter tentang peristiwa Tragedi Trisakti 12 Mei 1998. (alam).

Dzikir & Doa dalam Rangka Mengenang Tragedi Trisakti 12 Mei 1998

Jakarta, 5 Mei 2009. Dalam rangka memperingati Tragedi Trisakti 12 Mei 1998, Kepresidenan Masyarakat Mahasiswa Universtias Trisakti (MM Usakti) mengadakan kegiatan Dzikir dan Doa mengenang Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 yang diselenggarakan di hall kampus B (Fakultas Kedokteran Gigi) Universitas Trisakti Jakarta Barat.

Ketua pelaksana acara, Bayu Saputro (mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trisakti angkatan 2005), menyatakan : “Tema dzikir dan doa adalah Mengenang 11 Tahun Tragedi 12 Mei Tanpa Jawaban”. Selanjutnya dirinya menyatakan bahwa : “Acara dzikir dan doa ini baru pertama kali diadakan di tahun 2009 dimana tahun-tahun sebelumnya belum pernah diadakan, dalam rangka peringatan rutin tahunan Tragedi 12 Mei 1998”.

Acara yang dimulai pukul 15.45 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB ini dihadiri Prof.Dr.Toby Mutis (rektorat Universitas Trisakti), drg.Bambang (Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti), Ust.Ahmad Al-Habsy, perwakilan keluarga korban Trisakti 12 Mei 1998, Atma Winata Nawawi (Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti) beserta anggotanya, perwakilan mahasiswa dari 9 fakultas di Universitas Trisakti, dan media elektronik. (Alam).

Selasa, 05 Mei 2009

Aksi Unjuk Rasa Peringati Hardiknas

Palembang, 2 May 2009 di Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang , Jl. Jend. A. Yani 13 Ulu, Terjadi Aksi Unjuk Rasa yang dilakukan oleh BEM Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah dengan massa sekitar 50 orang dan di pimpin oleh Igun Bagus Saputra dan Sapta. Mereka menuntut perbaikan fasilitas kampus, banyaknya dosen yang melakukan praktek jual beli diktat dan jual beli nilai, rendahnya gaji pengajar dan karyawan serta menuntut peningkatan akreditasi, khususnya Fakultas Hukum yang saat ini mendapat akreditasi C. Dalam aksi tersebut juga terdapat poster yang bertuliskan antara lain ; “Pemuda Mahasiswa Menuntut Hak Atas Pendidikan dan Pekerjaan”, “Tuntaskan Persoalan Banjir Di Kampus”, “Perbaiki Fasilitas Kampus”, “Cabut UU BHP” dan “Tingkatkan Kembali Akreditasi Kampus”. Dalam aksinya mereka juga menolak komersialisasi kampus dan mahalnya biaya kuliah. Sapta dalam orasinya mngatakan antara lain ; turunnya akreditasi kampus bukanlah hal yang sepele, hal itu akan berpengaruh ketika mahasiswa lulus dan melamar pekerjaan karena tidak ada instansi yang mau menerima pegawai yang berasal dari Universitas yang akreditasinya C. Diharapkan permasalahan mengenai akreditasi akan dapat diselesaikan dalam waktu 1 bulan. Ir. Khaidir Sobri, Mp (Purek III) dalam tanggapannya mengatakan ; semoga permasalahan yang dikeluhkan mengenai perbaikan fasilitas kampus bisa segera diatasi dan akan segera diajukan dalam Rapim (Rapat Pimpinan) walaupun sebenarnya ada bantuan dari Pemda Provinsi tahun anggaran 2009/2010 sebesar Rp. 700 Juta yang akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas kampus. Mengenai akreditasi fakultas Hukum sebaiknya ditanyakan langsung kepada pihak Dekan Fakultas Hukum dan pihak Universitas sedang menunggu proses pengulangan akreditasi yang sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pihak rektorat juga menyesalkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Departeman Kehakiman yang menyatakan tidak akan menerima calon pegawai dari Universitas yang memiliki akreditasi C. Menangapi pertanyaan mahasiswa mengenai banyaknya dosen yang masih berstatus sarjana S1, Ia berjanji pada tahun 2010 tidak ada lagi dosen yang berstatus Sarjana S1 dan siapapun yang melakukan praktek jual beli diktat dan jual beli nilai akan diusut dan ditindak tegas. Rektorat sangat mendukung aksi yang dilakukan mahasiswa selama aksi dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis. (asep)

Aksi Unjuk Rasa Peringati Hari Buruh

Palembang, 1 May 2009, tepatnya di Bundaran Air Mancur, Masjid Agung Palembang. Berlangsung aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Solidaritas Wartawan Untuk May Day dan Aliansi Peringatan May Day serta aksi teaterikal yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen. Dalam aksinya tersebut Solidaritas Wartawan Untuk May Day mengajukan pernyataan sikap, meminta pemenuhan hak-hak pekerja/wartawan, sebagai berikut :
1) Upah layak dan tingkatkan kesejahteraan pekerja/wartawan.
2) Perlindungan hukum bagi wartawan.
3) Pemenuhan jaminan sosial, kesehatan dan hari tua.
4) Independensi media
5) Tolak sistem kerja kontrak dan outsourcing.
6) Tolak kekerasan dan kriminalisasi pers.
7) Tolak pemenjaraan wartawan.

Aksi dengan massa sekitar 45 orang tersebut dipimpin oleh Retno Palupi (Kordinator Aksi), Prawira Maulana, Tazmalinda (Kordinator Lapangan) dalam aksi tersebut juga terdapat poster bertuliskan antara lain ; “Tolak Kekerasan dan Kriminalisasi Pers”, “Tolak Pemenjaraan Wartawan” dan “Independensi Media, Perlindungan Hukum Bagi Jurnalis”. Dalam kesempatan tersebut, Buyung (wartawan Kompas) dalam orasinya mengatakan antara lain ; Menuntut pihak keamanan agar bekerja sama dengan pers dan pers harus bersatu melawan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap pers. Sementara Arif (wartawan Tempo) dalam orasinya juga mengatakan antara lain ; wartawan adalah buruh dan setiap orang yang diberi gaji oleh instansi yang berdasarkan profit adalah buruh maka kesejahtaraan buruh haruslah diutamakan. Pers haruslah dilindungi oleh Undang-Undang sehingga jika ada sesuatu dengan pers maka pers dapat membela diri. Kemudian di tempat yang sama aksi dilanjutkan oleh Aliansi Peringatan May Day, dengan massa sekitar 25 orang dan dipimpin oleh Sapta (kordinator Aksi) dan Igun Bagus Saputra (Kordinator Lapangan), menyatakan sikap antara lain sebagai berikut ;
1) Naikan upah buruh
2) Cabut SKB 4 Menteri
3) Tolak sistem kerja kontrak (outsourcing)
4) Hentikan PHK
5) Kebebasan berorganisasi & berpendapat bagi buruh

Pada kesempatan yang sama juga berlangsung aksi teaterikal yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen, dengan massa sekitar 15 orang yang juga menyatakan sikap secara tertulis dan ditandatangani oleh Taufik Wijaya sebagai Ketua dan Muhammad Uzair sebagai Sekretaris, antara lain ;

1) Menghimbau kepada pemerintah Sumatera Selatan dan perusahaan media massa di Sumatera Selatan agar menetapkan standar gaji para jurnalis di Sumatera Selatan minimal sebesar Rp. 2 Juta.
2) Menghimbau kepada seluruh perusahaan media massa di Sumatera Selatan agar mendorong terbentuknya serikat pekerja pers, sehingga profesionalitas para jurnalis menjadi lebih baik yang sangat menguntungkan pihak perusahaan.(asep)